SISTEM INFORMASI

Tujuan pembelajaran bagian ini adalah untuk memberikan pengertian tentang bagaimana sistem informasi di suatu organisasi memegang peranan dengan menganalisa

(1) tugas operasi dan manajemen pendukung dari sistem informasi dan

(2) peran sistem informasi dalam menolong organisasi mencapai keuntungan strategis dari para pesaingnya.

Bagian I : Sistem Informasi untuk Operasi dan Manajemen

Sistem informasi mempunyai 3 tugas utama di dalam sebuah organisasi, yaitu:

Mendukung kegiatan-kegiatan usaha

Mendukung pengambilan keputusan manajemen

Mendukung persaingan keuntungan strategis

Beberapa sistem informasi dapat diklasifikasikan sebagai sistem informasi operasi atau manajemen, sementara yang lainnya menjalankan berbagai macam fungsi.

SISTEM INFORMASI

Support of Strategic Advantage

Support of Management Decision making

Support of Business Operations

Gambar 1 Tiga peran utama Sistem Informasi

Klasifikasi Operasi dan Manajemen

Sistem informasi operasi memproses data yang berasal dari dan yang digunakan dalam kegiatan usaha. Sistem ini dapat dibagi ke dalam beberapa kategori, yaitu:
Transaction-processing systems (sistem proses-transaksi) mencatat dan memproses data dari transaksi bisnis, database terbaru, dan menghasilkan berbagai macam dokumen dan laporan.

Keputusan operasional yang mengontrol proses-proses secara fisik dibuat oleh process control systems (sistem pengendalian proses).

Komunikasi dan produktivitas kantor didukung oleh office automation systems (sistem otomasi kantor). Sistem informasi manajemen menyediakan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen. Sistem ini terdiri atas beberapa tipe, yaitu:
Laporan spesifikasi dan rencana awal untuk para manajer dikerjakan oleh information reporting systems (sistem pelaporan informasi).
Dukungan ad hoc dan interaktif untuk pengambilan keputusan oleh manajer dikerjakan oleh decision support systems (sistem pendukung keputusan). Informasi kritikal untuk manajemen atas ditetapkan oleh executive information systems (sistem informasi eksekutif).

Klasifikasi lain dari sistem informasi adalah:

Nasehat pakar untuk pengambilan keputusan operasional atau manajerial ditetapkan oleh expert systems (sistem pakar) dan knowledge-based information systems (sistem informasi berbasis pengetahuan) lainnya. Dukungan langsung dan terus untuk aplikasi operasional dan manajerial dari pengguna akhir (end users) ditetapkan oleh end user computing systems. Aplikasi operasional dan manajerial dalam mendukung fungsi bisnis ditetapkan oleh business function information systems. Produk dan layanan jasa yang bersaing untuk mencapai keuntungan strategis ditetapkan oleh strategic information systems. Dalam dunia kerja nyata, sistem informasi yang digunakan merupakan kombinasi dari berbagai macam sistem informasi yang telah disebutkan di atas. Pada prakteknya, berbagai peranan tersebut diintegrasi menjadi suatu gabungan atau fungsi-silang (cross-functional) sistem informasi yang menjalankan berbagai fungsi.

OPERATIONS AND MANAGEMENT CLASSIFICATIONS OF INFORMATION SYSTEMS

Gambar 2 Klasifikasi sistem informasi berdasarkan tujuan utamanya

Perubahan Peranan Sistem Informasi

Sampai pada tahun 1960-an, peran sistem informasi masih sederhana: memproses transaksi, menyimpan data, accounting, dan aplikasi proses data elektronik (electronic data processing) lainnya. Pada tahun 1970-an, informasi spesifikasi awal produk yang dibuat oleh information reporting systems tidak dapat memenuhi kebutuhan pengambilan keputusan manajemen. Oleh karena itu dibuatlah konsep decision support systems (DSS). Peranan baru ini adalah menyediakan dukungan interaktif kepada manajemen untuk proses pengambilan keputusan mereka. Pada tahun 1980-an, perkembangan yang cepat dari tenaga proses mikrokomputer, aplikasi perangkat lunak, dan jaringan telekomunikasi menimbulkan apa yang disebut dengan end user computing. Kemudian konsep executive information systems (ESS) dibangun, dimana sistem informasi ini memberikan jalan yang mudah bagi manajemen atas untuk mendapatkan informasi kritikal yang diinginkan ketika sedang dibutuhkan. Pengembangan dan aplikasi dari teknik kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) memberi gebrakan baru dalam sistem informasi bisnis. Sistem pakar atau expert systems (ES) dan sistem berbasis pengetahuan membuat peran baru bagi sistem informasi. Sebuah peran baru yang penting bagi sistem informasi muncul di tahun 1980-an dan diharapkan terus berlanjut sampai ke tahun 1990-an. Peran tersebut adalah konsep peran strategis (strategic role) dari sistem informasi yang disebut strategic information systems (SIS). Pada konsep ini, sistem informasi diharapkan untuk memainkan peranan langsung dalam mencapai tujuan atau sasaran strategis dari perusahaan. Hal ini memberikan tanggung jawab baru bagi sistem informasi di dalam bisnis.

Sistem Informasi untuk Operasi Bisnis

Peranan sistem informasi untuk operasi bisnis adalah untuk memproses transaksi bisnis, mengontrol proses industrial, dan mendukung komunikasi serta produktivitas kantor secara efisien.

Transaction Processing Systems

Transaction processing systems (TPS) berkembang dari sistem informasi manual untuk sistem proses data dengan bantuan mesin menjadi sistem proses data elektronik (electronic data processing systems).

Transaction processing systems mencatat dan memproses data hasil dari transaksi bisnis, seperti penjualan, pembelian, dan perubahan persediaan/inventori. Transaction processing systems menghasilkan berbagai informasi produk untuk penggunaan internal maupun eksternal. Sebagai contoh, TPS membuat pernyataan konsumen, cek gaji karyawan, kuitansi penjualan, order pembelian, formulir pajak, dan rekening keuangan. TPS juga memperbaharui database yang digunakan perusahaan untuk diproses lebih lanjut oleh SIM.

Process Control Systems

Sistem informasi operasi secara rutin membuat keputusan yang mengendalikan proses operasional, seperti keputusan pengendalian produksi. Hal ini melibatkan process control systems (PCS) yang keputusannya mengatur proses produksi fisik yang secara otomatis dibuat oleh komputer. Kilang minyak petroleum dan jalur perakitan (assembly lines) dari pabrik-pabrik yang otomatis menggunakan sistem ini.

Office Automation Systems

Office automation systems (OAS) mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan mengirim data dan informasi dalam bentuk komunikasi kantor elektronik. Contoh dari office automation (OA) adalah word processing, surat elektronik (electronic mail), teleconferencing, dan lain-lain.

Sistem Informasi untuk Pengambilan Keputusan Manajemen

Sistem informasi manajemen atau SIM (management information system) adalah sistem informasi yang dirancang untuk menyediakan informasi akurat, tepat waktu, dan relevan yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan oleh para manajer. Konsep SIM adalah meniadakan pengembangan yang tidak efisien dan penggunaan komputer yang tidak efektif. Konsep SIM sangat penting untuk sistem informasi yang efektif dan efisien oleh karena:

Menekankan pada orientasi manajemen (management orientation) dari pemrosesan informasi pada bisnis yang bertujuan mendukung pengambilan keputusan manajemen (management decision making). Menekankan bahwa kerangka sistem (system framework) harus digunakan untuk mengatur penggunaan sistem informasi. Penggunaan sistem informasi pada bisnis harus dilihat sebagai suatu integrasi dan berhubungan, tidak sebagai proses yang berdiri sendiri. Secara garis besar SIM terdiri dari 3 macam, yaitu (1) information reporting systems, (2) decision support systems, dan (3) executive information systems.

Information Reporting Systems

Information reporting systems (IRS) menyediakan informasi produk bagi manajerial end users untuk membantu mereka dalam pengambilan keputusan dari hari ke hari. Akses data IRS berisi informasi tentang operasi internal yang telah diproses sebelumnya oleh transaction processing systems. Informasi produk memberi gambaran dan laporan yang dapat dilengkapi (1) berdasarkan permintaan, (2) secara periodik, atau (3) ketika terjadi situasi pengecualian. Sebagai contoh, manajer penjualan dapat menerima laporan analisa penjualan setiap minggunya untuk mengevaluasi hasil penjualan produk.

Decision Support Systems

Decision support systems (DSS) merupakan kemajuan dari information reporting systems dan transaction processing systems. DSS adalah interaktif, sistem informasi berbasis komputer yang menggunakan model keputusan dan database khusus untuk membantu proses pengambilan keputusan bagi manajerial end users. Sebagai contoh, program kertas kerja elektronik memudahkan manajerial end user menerima respon secara interaktif untuk peramalan penjualan atau keuntungan.

Executive Information Systems

Executive information systems (EIS) adalah tipe SIM yang sesuai untuk kebutuhan informasi strategis bagi manajemen atas. Tujuan dari sistem informasi eksekutif berbasis komputer adalah menyediakan akses yang mudah dan cepat untuk informasi selektif tentang faktor-faktor kunci dalam menjalankan tujuan strategis perusahaan bagi manajemen atas. Jadi EIS harus mudah untuk dioperasikan dan dimengerti.

Expert Systems

Expert systems (sistem pakar) merupakan salah satu aplikasi artificial intelligence (AI) yang paling banyak digunakan. Expert systems (ES) adalah sistem informasi berbasis pengetahuan yang menggunakan pengetahuannya untuk bertindak sebagai konsultan ahli dalam area yang spesfik kepada pengguna. ES telah digunakan dalam berbagai bidang seperti kedokteran, teknik, ilmu fisika, dan bisnis. Sebagai contoh, ES digunakan untuk mendiagnosa penyakit, pencarian mineral, menganalisa senyawa kimia, dan perencanaan keuangan.

End User Computing Systems

End user computing (EUC) systems adalah sistem informasi berbasis komputer yang secara langsung mendukung aplikasi operasional dan manajerial oleh end users. Dalam EUC systems, end user menggunakan stasiun kerja mikrokomputer dan bermacam perangkat lunak untuk mendapatkan kembali informasi, pendukung keputusan, dan pengembangan aplikasi. Sebagai contoh, pengguna dapat megirim surat elektronik, menggerakkan model analitik, atau membangun aplikasi bisnis yang baru.

Bagian II : Sistem Informasi untuk Keuntungan Strategis

Sistem informasi dapat memainkan peran yang besar dalam mendukung tujuan strategis dari sebuah perusahaan. Sebuah perusahaan dapat bertahan dan sukses dalam waktu lama jika perusahaan itu sukses membangun strategi untuk melawan kekuatan persaingan yang berupa

(1) persaingan dari para pesaing yang berada di industri yang sama,

(2) ancaman dari perusahaan baru,

(3) ancaman dari produk pengganti,

(4) kekuatan tawar-menawar dari konsumen, dan

(5) kekuatan tawar-menawar dari pemasok.

Gambar 3 Lingkungan persaingan dari sebuah industry

Beberapa strategi bersaing yang dapat dibangun untuk memenangkan persaingan adalah:
Cost leadership (keunggulan biaya) – menjadi produsen produk atau jasa dengan biaya rendah.

Product differentiation (perbedaan produk) – mengembangkan cara untuk menghasilkan produk atau jasa yang berbeda dengan pesaing. Innovation – menemukan cara baru untuk menjalankan usaha, termasuk di dalamnya pengembangan produk baru dan cara baru dalam memproduksi atau mendistribusi produk dan jasa.

Tabel 1 Kegunaan dari strategi bersaing untuk menghadapi setiap faktor persaingan

Konsumen

Pemasok

Pesaing

Pendatang baru

Pengganti
Tujuan strategi

Strategi keunggulan biaya

Strategi perbedaan

Strategi inovasi

Menarik konsumen baru dan mengikat konsumen sekarang dengan switching costs.

Menawarkan harga yang lebih murah.

Menyediakan kualitas lebih baik.

Menyediakan produk baru.

Mengikat pemasok dengan switching costs.

Menolong pemasok menurunkan biaya.

Menolong pemasok meningkatkan pelayanan.

Menyediakan layanan pasokan yang unik.

Menghalau pesaing dengan mengikat konsumen dan pemasok.

Memiliki harga yang lebih rendah dari pesaing.

Merebut persaingan dengan fitur yang unik.

Menyediakan produk dan jasa yang berbeda.

Membuat rintangan untuk memasuki industri.

Membuat investasi baru tidak menarik.

Mempersulit masuknya produk baru.

Memasuki bisnis pendatang baru yang potensial.

Membuat produk pengganti menjadi tidak menarik.

Membuat penggantian secara ekonomi tidak mungkin.

Menyediakan fitur yang ada di produk pengganti.

Memproduksi produk pengganti.

Peran Strategis untuk Sistem Informasi

Sistem informasi manajemen (SIM) dapat menolong perusahaan untuk

(1) meningkatkan efisiensi operasional,

(2) memperkenalkan inovasi dalam bisnis, dan

(3) membangun sumber-sumber informasi strategis.

1.Meningkatkan efisiensi operasional Investasi di dalam teknologi sistem informasi dapat menolong operasi perusahaan menjadi lebih efisien. Efisiensi operasional membuat perusahaan dapat menjalankan strategi keunggulan biaya (low-cost leadership).

Dengan menanamkan investasi pada teknologi sistem informasi, perusahaan juga dapat menanamkan rintangan untuk memasuki industri tersebut (barriers to entry) dengan jalan meningkatkan besarnya investasi atau kerumitan teknologi yang diperlukan untuk memasuki persaingan pasar.

Selain itu, cara lain yang dapat ditempuh adalah mengikat (lock in) konsumen dan pemasok dengan cara membangun hubungan baru yang lebih bernilai dengan mereka.

2.Memperkenalkan inovasi dalam bisnis

Penggunaan ATM (automated teller machine) dalam perbankan merupakan contoh yang baik dari inovasi teknologi sistem informasi. Dengan adanya ATM, bank-bank besar dapat memperoleh keuntungan strategis melebihi pesaing mereka yang berlangsung beberapa tahun.

Penekanan utama dalam sistem informasi strategis adalah membangun biaya pertukaran (switching costs) ke dalam hubungan antara perusahaan dengan konsumen atau pemasoknya. Sebuah contoh yang bagus dari hal ini adalah sistem reservasi penerbangan terkomputerisasi yang ditawarkan kepada agen perjalanan oleh perusahaan penerbangan besar. Bila sebuah agen perjalanan telah menjalankan sistem reservasi terkomputerisasi tersebut, maka mereka akan segan utnuk menggunakan sistem reservasi dari penerbangan lain.

3.Membangun sumber-sumber informasi strategis

Teknologi sistem informasi memampukan perusahaan untuk membangun sumber informasi strategis sehingga mendapat kesempatan dalam keuntungan strategis. Hal ini berarti memperoleh perangkat keras dan perangkat lunak, mengembangkan jaringan telekomunikasi, menyewa spesialis sistem informasi, dan melatih end users.

Sistem informasi memungkinkan perusahaan untuk membuat basis informasi strategis (strategic information base) yang dapat menyediakan informasi untuk mendukung strategi bersaing perusahaan. Informasi ini merupakan aset yang sangat berharga dalam meningkatkan operasi yang efisien dan manajemen yang efektif dari perusahaan. Sebagai contoh, banyak usaha yang menggunakan informasi berbasis komputer tentang konsumen mereka untuk membantu merancang kampanye pemasaran untuk menjual produk baru kepada konsumen.


Tabel 2 Potensi strategi dari sistem informasi

Peran Strategis sistem informasi

Hasil potensial dari penggunaan strategi sistem informasi

Meningkatkan efisiensi operasional

Memperkenalkan inovasi bisnis

Membangun sumber informasi strategis

Meningkatkan produktivitas dan menurunkan biaya operasi.

Produk atau jasa baru.

Informasi strategis database.

Meningkatkan kualitas dan fitur produk serta jasa.

Pasar dan usaha baru, pengaturan usaha.

Sumber teknologi informasi strategis dan kapabilitas.

Meningkatkan proses operasional dan lingkungan kerja.

Produksi, distribusi, atau proses lain yang baru.

Sistem Informasi dan Rantai Nilai (Value Chain)

Konsep dasar lain yang juga penting dalam mengidentifikasi sistem informasi disebut rantai nilai (value chain). Konsep ini memandang perusahaan sebagai sebuah “rantai” dari aktivitas dasar yang menambah nilai suatu produk atau jasa, sehingga memperluas batas dari nilai tersebut.

Konsep rantai nilai ini dapat membantu manajer dalam memutuskan dimana dan bagaimana menggunakan kemampuan strategis dari teknologi sistem informasi. Jadi sistem informasi dapat digunakan untuk aktivitas bisnis secara spesifik yang membantu perusahaan memperoleh keuntungan strategis di pasar.

Sistem Informasi Strategis dan End User Manajerial

Fungsi dari sistem informasi tidak lagi hanya memproses transaksi, penyedia informasi, atau alat untuk pengambilan keputusan. Sekarang sistem informasi dapat berfungsi untuk menolong end user manajerial membangun senjata yang menggunakan teknologi sistem informasi untuk menghadapi tantangan dari persaingan yang ketat. Penggunaan yang efektif dari sistem informasi strategis menyajikan end users manajerial dengan tantangan manajerial yang besar.

http://dodiccitg4.wordpress.com/2007/09/16/sistem-informasi-untuk-operasi-manajemen-dan-keuntungan-strategis/ diakses tanggal 14 september 2008

CILACAP TOURISM PORTAL

Rubrik : Artikel Pariwisata

Saatnya Pariwisata Berbasis TI

2008-03-26 15:51:39 - by : admin

Perkembangan
Global

Sebagaimana kita ketahui seiring perkembangan teknologi informasi secara
global yang melanda seluruh aspek kehidupan dan membawa banyak sekali perubahan
secara revolusioner, contoh sederhana adalah begitu maraknya pemakaian ponsel
walaupun untuk sekedar bertelepon dan ber-sms ria, didunia perbankan tentu
sudah tidak asing lagi dengan yang namanya ATM dan internet banking. Fenomena chatting di kalangan kaum muda yang begitu besar walaupun masih dalam taraf “ngobrol ngalor ngidul”.

Di dunia bisnis pemanfaatan email dan website telah mampu
meningkatkan performa dan daya saing bisnis di era globalisasi dimana kebutuhan
akan komunikasi yang cepat dan ketersediaan data untuk proses pengambilan
keputusan dan proses transaksi yang kompleks menuntut dunia bisnis untuk selalu
meningkatkan pemanfaatan TI dalam berbagai aspek bisnis, dari sekadar menampilkan info perusahaan (web presence) sampai proses transaksi yang lebih rumit (semisal e-commerce dan e-bussiness).

FenomenaElectronicGovernment

Pada tataran pemerintahan kita mengenal istilah egovernment yang sedang menjadi trend saat ini, Bagaimana pemanfaatan TI di pemerintahan yang kita
kenal dengan fenomena “egovernment”nya ? Ternyata pemanfaatan TI di
pemerintahan tidak seperti yang kita bayangkan, pengertian TI di pemerintahan
masih sebatas komputer untuk pengetikan dan mendukung proses administrasi
semata. Fungsi TI untuk proses pengolahan data dan transaksi yang komplek serta
penyediaan informasi publik masih jauh dari harapan. Apalagi proses pengambilan
keputusan berbasis TI (misal: DSS/ EIS) masih belum menjadi fokus perhatian.
Hal yang paling sederhana misalnya penyediaan data/ informasi publik untuk
kepentingan masyarakat terkadang masih dijumpai keengganan sebagian birokrat
untuk membuka akses kepada publik supaya dapat meminta data dan informasi
publik (share data) yang memang data/
informasi tersebut untuk konsumsi publik..

Pariwisata berbasis TI (Sistem Informasi Manajemen Pariwisata)

Bahwa dunia pariwisata adalah menjadi salah satu bidang garapan pemerintah
daerah dalam implementasi egovernment untuk mempublikasikan/ memasarkan)
potensi wisata di daerah. Berbasis TI dalam hal ini berarti adanya suatu Sistem Informasi Manajemen yang berbasis pada pengolahan data elektronik.

Sejalan dengan meningkatnya kesejahteraan rakyat maka kebutuhan untuk
berlibur meningkat. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan informasi tentang
tujuan wisata, objek wisata yang menarik, sarana yang tersedia seperti
transportasi untuk mencapai tujuan wisata, produk wisata yang diminati dan lain
sebagainya. Untuk memperoleh informasi tersebut wisatawan sering mengalami
kesulitan karena tidak mengetahui dimana dan pada siapa harus meminta
informasi. Singkatnya kebutuhan informasi di bidang pariwisata meningkat dan
perlu disiapkan dengan rapi dan terstruktur agar dapat diakses dengan mudah.

Selain kebutuhan wisatawan akan informasi yang lengkap, akurat dan mudah
didapat, maka pihak lain yang juga membutuhkan data dan informasi tersebut
adalah pihak pengelola industri pariwisata dan pemerintah sebagai pihak
pengambil keputusan dan penentu kebijakan dibidang pariwisata. Namun penekanan
kebutuhan data dan informasi bagi masing-masing pihak berbeda. Jika bagi
wisatawan adalah untuk memudahkan mereka menentukan rencana perjalanan
wisatanya sementara bagi industri pariwisata dan pemerintah adanya sistem
informasi yang baik sangat membantu mereka untuk tujuan pengambilan keputusan.
Suatu Sistem Informasi Manajemen (SIM) dapat membantu baik pemerintah maupun
industri/ pelaku pariwisata.

Sejalan dengan keinginan pemerintah untuk memajukan industri pariwisata
maka tentunya ada keinginan besar untuk menata informasi data pariwisata
sebaik-baiknya agar masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh dengan cepat,
akurat dan dapat disebarluaskan dengan mudah pula. Ada berbagai cara untuk
penataan informasi tersebut. Kalau jaman dulu informasi disebarluaskan dari
mulut ke mulut, kemudian melalui radio, surat kabar, televisi dan media
informasi lainnya maka sekarang dengan kemajuan di bidang Teknologi Informasi
ada beberapa sarana baru yang lebih mempercepat penyebarluasan informasi.

Secara umum saat ini SIM merupakan kebutuhan setiap organisasi. Hal ini
disebabkan karena data yang disimpan suatu organisasi harus selalu diperbaharui
dan ditambah, sehingga keberadaannya dapat membantu memberikan keputusan dengan
cepat. Untuk bidang pariwisata maka SIM dapat digunakan untuk mengelola data
yang dapat dimanfaatkan oleh wisatawan, industri pariwisata maupun pemerintah.
Data pariwisata yang banyak dan selalu bertambah membutuhkan pengelolaan yang
tepat. SIM punya kemampuan untuk membantu mengambil keputusan, dan juga
menyediakan informasi bagi pengguna data dan informasi pariwisata. Keberadaan
sistem informasi manajemen yang terintegrasi dengan baik, disertai dengan
dukungan sistem komputer, akan sangat membantu pengelolaan data pariwisata.

Disamping kesiapan dari sistem pengelola data maka orang yang membangun struktur sistem informasi ini harus benar-benar mengerti kebutuhan pengguna data tersebut, karena informasi pariwisata memiliki karakteristik data yang sangat beragam seperti objek dandaya tarik, data hotel, data sarana transportasi, dan data-data fasilitas lain, hingga ke data statistik seperti jumlah wisatawan dan pemandu wisatanya, perlu
dikelola secara terintegrasi. Data-data ini juga sangat dinamis, sehingga
kompleks dalam pemilahannya, serta harus diperhatikan masalah keakuratan atau
kebenaran datanya. Kegunaan dari setiap data juga harus diperhatikan
berdasarkan segmen pasar penggunanya.

Berikut
data-data yang umumnya dibutuhkan dalam Perencanaan Pariwisata

1. DATA RENCANA PENGEMBANGAN

  • Kebijakan pembangunan, arah pembangunan & pengembangan wilayah; wilayah perencanaan & wilayah yg lebih luas (mikro-makro).
  • Karakteristik kepariwisataan di daerah; ideologi, politik, sosial-budaya, hukum, ekonomi, pertahanan dan keamanan.
  • Ketersediaan daya tarik wisata, aksesibilitas, fasilitas dan komunitas, regulasi &
    kebijakan, sumber daya manusia, manajemen, dan informasi
  • Segmen Pasar: Wisman dan/ atau Wisnus

2. DATA WISATAWAN

  • Jumlah Kunjungan (wisnus, wisman)
  • Jumlah Perjalanan (wisnus, , wisman)
  • Jumlah Pengeluaran (wisnus, wisman
  • Pendapatan Devisa (wisman)
  • Profil Wisatawan:
  • Tinjauan Geografis: daerah asal & tujuan Wisata;
  • Tinjauan Demografis : jenis kelamin,umur, pekerjaan, dsb;
  • Tinjauan Psikografis: minat, tujuan,dan sasaran berwisata;
  • Tinjauan Perilaku: kepuasan & pengalaman berwisata.

3. DATA INDUSTRI PARIWISATA

· Database Hotel & Akomodasi

· Database Agen & Biro PerjalananWisata

· Database Usaha Jasa Makan & Minum

· Database Jasa Konsultan

· Database Jasa Transportasi

4. DATA DESTINASI PARIWISATA

  • Fokus (tematik/ clustering)
  • Lokus
  • Daya Tarik (alam, budaya, minat khusus)
  • Fasilitas (hotel, restoran, biroperjalanan dsb)
  • Aksesibilitas (transportasi)
  • Komunitas (penduduk yang berada disekitar daya tarik wisata)
  • ebijakan & Regulasi
  • Manajemen Destinasi
  • Komunikasi & Informasi

5. ANALISIS

  • Kebijakan pembangunan yang ada (sektoral& regional)
  • Potensi kewilayahan; untuk mengetahuipotensi wilayah dalam mendukung pengembangan pariwisata
  • Aspek ketersediaan (supply) danperhitungan kebutuhan pengembangan
  • Aspek pasar dan proyeksi wisatawan

6. HASIL ANALISIS

  • Pengembangan Pemasaran
  • Pengembangan Destinasi Pariwisata
  • Pengembangan Sumber Daya Manusia
  • Pengembangan Kelembagaan
  • Pengembangan Tata Ruang Pariwisata
  • Pengembangan Lingkungan (alam &budaya)
  • Pengembangan Investasi
  • Perumusan diarahkan pada tujuan & sasaran pembangunan yang akan dicapai. Hasil Pengumpulan, pengolahan dan pemanfaatan data ditampilkan melalui
    website.

Website Pariwisata

Pemanfaatan internet di dunia pariwisata dalam bentuk Website / Portal sangat
beragam mulai dari sekadar pemberian layanan informasi dan promosi sampai
layanan yang lebih kompleks misalnya : reservasi online (hotel, paket wisata,
transportasi dll), sistem pembayaran online, pengelolaan data base pariwisata
daerah dan proses interaksi dan transaksi lainnya.

Beberapa hal daripemanfaatan internet untuk pariwisata antara lain :

1. Komunikasi tidak mengenal batas ruang dan waktu , misal : orang Amerika yang ingin mencariinformasi obyek wisata dan akomodasi di suatu daerah tertentu di Indonesia.

2. Akses yang mudah karena dapat dilakukan dari rumah

3. Menyediakan informasi sedetail mungkin : harga, lokasi, informasi sekitar, cuaca, atraksi,
events, secara interaktif dan up to date.

4. Jangkauan yang sangat luas ke seluruh dunia dan murah.

5. Melawan ”bad publicity” tentang Indonesia misal : Indonesia dianggap tempat teroros dan kerusuhan sehingga orang takut berkunjung.

6. Menambah kredibilitas suatu organisasi karena memiliki e-mail dan website.

Kehadiran internet terutama tersedianya website/ portal pariwisata yang
handal, lengkap dan interaktif tentu sangat mendukung promosi tujuan wisata
yang ada di suatu daerah, sebagai contoh : sebuah website pariwisata milik
suatu pemda memuat suatu promosi perjalanan wisata ke daerah yang meliputi :

· Lokasi obyek wisata (dimana, apa saja yang bisa dilihat)

· Waktu yang dibutuhkan

· Perkiraan biaya

· Pendukung yang terkait (hotel, restoran, toko souvenir, sarana hiburan, atraksi wisata)

· Saran souvenir yang perlu dibeli

· Budaya lokal (adat istiadat, bahasa, kesenian dll)

Teknologi yang tersedia harus dipilih dengan tepat, terutama menyangkut
jenis layanan wisata yang ditampilkan, untuk sekadar publikasi, maka cukuplah
sebuah website yang memuat info pariwisata di sebuah daerah, berupa gambar/
foto-foto dan narasi serta informasi yang diberikan masih bersifat satu arah,
hanya berisi penjelasan supaya masyarakatmengetahui (web prsence).

Sedangkan untuk layanan yang lebih kompleks dan rumit diperlukan teknoogi
yang lebih “advance” misalnya : diperlukan adanya website yang interaktif
dengan animasi flash, gambar dan link yang lengkap, sehingga calon customer
bisa meminta suatu penjelasan secara lebih detail. Perlu ditambah pula menu
semacam, jadwal trayek atau peta jalan interaktif sehingga memudahkan calon
customer untuk bisa sampai di suatu tempat, perlu dipikirkan pula menu
transaksi yang harus ada misalnya : reservasi hotel, nilai tukar mata uang,
kamus, waktu/ jam, pembayaran online, layanan sms interaktif, interaktif voice
response/ call center, dan lain-lain.

Supaya suatu website diminati oleh calon customer maka diperlukan beberapa
hal sebagai berikut :

  1. Informasi harus di up date secara berkala (events, info baru, berita, artikel, gambar, film, animasi, dll)
  2. Suatuwebsite juga harus responsif terhadap request dan pertanyaan (banyak yang tidakmenjawab email) serta tanggap terhadap keiningan pengunjung dan komunikatif(memahami alasan mengapa audiens web mendarat di suatu website).
  3. Sesuaikandengan target pembaca/ pengunjung dengancara penyampaian informasi (calonwisatawan asing membutuhkan informasi dalam bahasa Inggris/ atau bahasa asinglainnya dan dalam bahasa Indonesia)

Kendala

Beberapa kendala yang sering dihadapi oleh suatu Dinas
Pariwisata di daerah untuk mengembangkan egovernment di bidang pariwisata
adalah sebagai berikut.

1. Kesulitan utama secara teknis ada pada ketersediaan akses
internet, serta peralatan komputer dan jaringan yang kurang memadai.

2. Secara non teknis kesulitan ada pada ketersediaan data (content) dari Dinas Pariwisata sendiri yang mana sangat membutuhkan kerjasama dan keterbukaan dari setiap bidang dan seksi yang ada,sehingga data dapat terintegrasi dengan baik.

3. Kemampuang SDM yang relatif masih rata-rata dan belumsampai pada tingkat yang mahir khususnya penguasaan jarirngan komputer dan internet.

4. Pariwisata berbasis TI belum menjadi ”minded” dari pimpinan daerah yang dimana pada beberapa daerah,Dinas Pariwisata masih ”dianggap” dinas yang ”kering” dan ”dihindari”oleh para pejabat

5. Egovernment merupakan aplikasi pemacu untuk memasarkan tujuan dan potensi
wisata di daerah, zaman sedang berubahdan suka atau tidak suka semua harus berubah termasuk sektor pariwisata daerah

(BE. Santoso Nugroho)

CILACAP TOURISM PORTAL: http://pariwisata.cilacapkab.go.id

Versi Online : http://pariwisata.cilacapkab.go.id/?pilih=news&aksi=lihat&id=27

diakses tanggal 14 september 2008

agusw77.files.wordpress.com/2007/12/si-1-gambaran-si-dan-ti.ppt

diakses tanggal 14 september 2008

Share this article :
 

+ komentar + 1 komentar

Anonim
23 Februari 2013 pukul 11.26

Wow that was unusual. I just wrote an very long comment but after I clicked
submit my comment didn't appear. Grrrr... well I'm not writing all
that over again. Regardless, just wanted to say great blog!



my web-site: chestfatburner.com

Posting Komentar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. ILMU PARIWISATA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger